Analisis Photovoltaic Supply Chain Capability Pada Maintenance Level di Karimunjawa

 

CDSR NEWS - Salah satu alternative energi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik adalah energi listrik dari tenaga surya yang dibangkitkan dari panel surya (photovoltaic). Teknologi photovoltaic (PV) masih terus dikembangkan dan dianggap belum mature, terutama di negara berkembang yang belum mampu melakukan produksi PV dari raw material dan tingkat penggunaan PV belum banyak, seperti Indonesia. Untuk memahami sejauh mana kemampuan Indonesia dalam menyediakan dan menggunakan PV, analisis mengenai supply chain capability dari photovoltaic penting untuk dilakukan. Analisis supply chain capability tersebut dapat digunakan sebagai basis improvement kemampuan Indonesia untuk meningkatkan penggunaan PV.

Supply Chain adalah rantai alur barang dan komponen terkaitnya, seperti informasi, dana, dan lain-lain, yang berlangsung untuk memenuhi permintaan (demand) konsumen. Berdasar pengertian tersebut, supply chain PV dapat dijabarkan sebagai alur pembuatan PV dan komponen terkaitnya, dari raw material hingga PV sampai di tangan konsumen dan dapat beroperasi. Kegiatan maintenance atau perawatan PV juga termasuk pada supply chain PV, karena setelah barang sampai ke konsumen, untuk menjaga agar demand konsumen terpenuhi, yaitu listrik, maintenance photovoltaic harus dilakukan.

Analisis mengenai maintenance photovoltaic penting dilakukan, terutama di daerah yang penggunaan PV masih tergolong baru dan banyak masyarakat tidak familiar terhadap teknologi tersebut. Analisis ini dapat digunakan sebagai bahan informasi sustainability penggunaan PV. Mengingat PV memiliki biaya investasi mahal, jika teknologi ini tidak mampu sustain setelah diinstal maka salah satu keuunggulan teknologi PV, yaitu biaya operasi yang murah, tentu tidak dapat dicapai dan akan menyebabkan kerugian bagi pihak yang sudah menginstal PV serta kekecewaan konsumen karena tidak mendapat listrik dari PV.

Analisis mengenai maintance PV dilakukan di daerah yang telah menggunakan teknologi tersebut, seperti Kecamatan Karimunjawa yang telah menerima PV dari beberapa pihak seperti PSE-UGM, ESDM, dan Denmark sejak 2014. Penggunaan PV di Karimunjawa dilakukan karena keterbatasan penyediaan energi listrik dari PLN. Rincian mengenai sumber listrik di Kecamatan Karimunjawa dapat dilihat pada Table 1.

Table 1. Sumber Listrik Kecamatan Karimunjawa



Analisis menganai maintenance PV secara garis besar dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu maintenance sebelum terjadi kerusakan (anticipation) dan maintenance setelah terjadi kerusakan. Tiap bagian memiliki point penting yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan terjabar pada Gambar 1.


Figure 1. Skema Analisis Perawatan PV



Hasil informasi mengenai perawat PV dapat dilihat pada Table 2.

Table 2. Perawatan PV di Karimunjawa



Berdasar informasi yang didapat, perawatan PV di Karimunjawa sudah mendapat cukup mendapat perhatian karena sudah ada penunjukan orang yang bertanggu jawab untuk merawat PV. Namun perawatan PV masih sangat tergantung oleh pemberi PV, seperti PSE-UGM, sehingga dapat diambil kesimpulan jika masyarakat pengguna PV di Karimunjawa masih perlu meningkatkan kemandirian mereka dalam merawat PV. Ketergantungan masyarakat tersebut dapat dipahami karena kurangnya teknisi yang faham mengenai PV di Karimunjawa, bahkan operator yang ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap PV sering kali tidak faham mengenai PV. Sehingga pelatihan yang lebih mendalam mengenai elektronika dan teknologi PV perlu diberikan.
Selain itu, peningkatan kedisiplinan operator perawat PV masih dapat ditingkatkan, karena beberapa operator tidak melakukan perawatan dasar PV, yaitu pembersihan PV. Operator tersebut memanfaatkan hujan untuk membersihkan PV dan tidak ada jadwal rutin untuk pengecekan PV.

Seluruh lokasi pengguna PV sebaiknya memberi anggara perawatan PV atau menarik iuran. Beberapa lokasi di Karimunjawa tidak menganggarkan dana untuk perawatan PV. Hal ini dapat menjadi kendala jika PV sewaktu-waktu rusak dan perlu membeli komponen baru atau mengirim PV ke daerah lain untuk diperbaiki karena kegiatan ini membutuhkan dana. Terutama mengingat jika daerah terdekat untuk mendapat komponen PV berada di Jepara, sehingga biaya transportasi dan pengiriman barang yang diperlukan tidak sedikit.




Leave a Comment