Peneliti CDSR Memaparkan Hasil Penelitian Tentang Mikroalga di Tokyo, Jepang

 

CDSR NEWS - Center for Development of Sustainable Region (CDSR) berkomitmen untuk selalu berperan aktif dalam forum-forum ilmiah internasional. Dalam kesempatan kali ini, Martomo Setyawan, S.T., M.T. yang merupakan peneliti CDSR mengikuti “Global Conference on Engineering and Applied Science” (GCEAS). GCEAS merupakan kegiatan tahunan diselenggarakan oleh Higher Education Forum. Pada tahun ini, GCEAS diselenggarakan di Tokyo Jepang pada tanggal 10-12 Juli 2018. Pelaksanaan GCEAS dilakukan bersama dengan Asian Conference on Civil, Material and Environmental Sciences (ACCMES), Annual Symposium on Management and Social Science (ASMSS) dan International Conference on Education, Psychology and Society.

Selain presentasi oral dan poster, GCEAS juga diisi dengan sesi keynote speech dengan empat pemateri. Keynote speech pertama bertema Natural Science dengan dua pembicara, yaitu Dr. Tae Yoon Kim dari Department of Statistics, Keimyung University Daegu Korea dan Dr. Prem Parajuli dari Mississippi State University, MS, USA. Dr. Tae Yoon Kim menyampaikan materi dengan judul “P-Value And Reduction To Absurdity”. Dr. Prem Parajuli menyampaikan materi tentang “Water Science and Engineering Assesment: Surface-Ground Water Modeling Case Studies”.

Keynote speech kedua bertema Social Science yang disampaikan oleh Dr. Thanh Pham dari Monash University Australia dan Dr. Karen Miranda-Fernandez, dari Imus Institute of Science and Technology, Philipina. Dr. Thanh Pham menyampaikan materi dengan topik “Conceptualizing Forms Of Capital In Managing Employability Of International Students: A Comparative Analysis On What Counts In The Host And Home Countries”. Sedangkan, Dr. Karen Miranda-Fernandez menyampaikan materi dengan topik Sustainable Tourism And Events Management: An International Perspective.

Pada penyelenggaran GCEAS tahun ini, sesi presentasi paralel dan poster diikuti oleh para peneliti dari berbagai negara, seperti dari Benua Amerika, Australia dan Asia. Martomo mempresentasikan makalah hasil penelitiannya dengan judul “Lipid Removal of Microalgae Using Hydrodynamic Cavitation Technique: Effect of Cavitator Geometries and Pressure Booster on Yield and Energy Extraction”. Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi para peneliti yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, Intitut Teknologi Bandung dan Universitas Ahmad Dahlan. Dalam makalah tersebut ditampilkan tentang ekstraksi lipid dari mikroalga sebagai bahan baku biodiesel generasi ketiga dengan bantuan pemecahan sel dengan cara kavitasi hidrodinamika. Untuk menekan kebutuhan energi ekstraksi maka dilakukan pemilihan bentuk dan ukuran alat pembangkit kavitasi dan tekanan pendorong yang tepat. Dengan teknik ini, energi ekstraksi lipid dapat ditekan sehingga lebih rendah dibandingkan energi yang dihasilkan oleh pembakaran biodiesel. Dengan penelitian ini diharapkan produksi biodiesel dari mikroalga menjadi proses yang menguntungkan dan dapat menjadi pemecah permasalahan energi di masa mendatang. Penggunaan mikroalga sebagai sumber energi selain dapat menyelesaikan permasalahan energi sekaligus dapat mencegah terjadinya pemanasan global. Mikroalga memerlukan karbondioksida untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, karbondiokasida yang ada di udara diambil oleh mikroalga sehingga efek rumah kaca dapat dicegah.

Menurut Martomo, keikutsertaannya dalam GCEAS mendapatkan tanggapan yang sangat mendukung dalam pengembangan penelitian tentang mikroalga di masa mendatang. Ada beberapa peneliti menyatakan tertarik dengan topik ekstraksi lipid dari mikroalga dengan bantuan kavitasi hidrodinamik. Beberapa peneliti juga mencoba melakukan penjajagan kolaborasi penelitian tentang topik ini. Martomo berharap keikutsertaannya dalam GCEAS ini dapat menjalin kerjasama dan jaringan dengan peneliti-peneliti lain dari luar negeri untuk mengembangkan produksi biodiesel dari mikroalga dalam rangka memecahkan permasalahan energi dan lingkungan yang menghadang di masa depan.


Leave a Comment