Berkat Penelitian tentang Sludge Biogas, Peneliti CDSR Mengikuti CGEEE di Jepang

 

CDSR NEWS - Usaha peternakan yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya di desa, ditengarai menjadi penyebab global warming. Hal tersebut disebabkan karena secara alamiah ternak-ternak ruminansia menghasilkan gas metan dari hasil metabolismenya. Limbah peternakan yang menumpuk serta tidak dikelola akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Produksi gas metan yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan Gas Rumah Kaca. Limbah peternakan ini sangat berpotensi untuk dijadikan energi terbarukan dari hasil fermentasi anaerob di dalam suatu tangki pencerna yang dikenal dengan biodigester. Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu peneliti Center for Development of Suistainable Region (CDSR), Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPM, melakukan penelitian mengenai biogas. Selanjutnya, penelitian tersebut dipresentasikan dalam International Conference on Green Energy and Environment Engineering (CGEEE).

CGEEE merupakan sebuah konferensi untuk mempresentasikan kemajuan teknologi dan hasil penelitian di bidang Energi Hijau dan Teknik Lingkungan. CGEEE diadakan di Kitahiroshima, Jepang pada tanggal 27-29 Agustus 2018. Acara ini juga diikuti oleh beberapa peneliti dari berbagai negara, antara lain: Thailand, Indonesia, Saudi Arabia, Jepang, Tiongkok, Hongkong. Pertemuan CGEEE 2018 kali ini dilaksanakan di gedung University of Seisa Dohto, Kitahiroshima. Acara kali ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu Keynote Speaker dan Parallel Session.

Sesi pertama CGEEE diisi dengan pemaparan mengenai penelitian terkini tentang green energy dan teknik lingkungan oleh para Keynote Speaker. Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Wallace C.H. Choy dari Hong Kong University, Hong Hong, dengan topik Highly Stable and Efficient Thin-Film Photovoltaic Devices. Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Miwako Hosoda dari Seisa University, Tokyo dengan topik Protecting the Natural Environment and Creating a Harmony Between Nature and Human-beings. Materi yang ketiga dalam sesi ini disampaikan oleh Prof. Kokyo Oh dari Environmental Science, Saitama, Jepang dengan topik Contamination of Agricultural Soils and its Conservation with Phytoremediation technology. Materi terakhir dalam sesi ini disampaikan oleh Prof. Chan Jin Park dari Incheon National University, Korea, dengan topik On the Policy of Global Warming Countermeasures to Cope with Convention on Climate Change.

Pada sesi Parallel Session, Ambar yang merupakan perwakilan dari CDSR mempresentasikan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan kembali sludge biogas sebagai campuran bahan baku produksi biogas. Sludge biogas tersebut berfungsi untuk meningkatkan produksi biogas. Sludge biogas belum mengalami proses fermentasi anaerob secara sempurna di dalam biodigester, sehingga bahan organik di sludge tersebut masih tinggi. Slude tersebut bisa dipakai sebagai returned-sludge sebagai bahan campuran limbah peternakan dengan tujuan meningkatkan produksi gas metan. Pada penelitian ini, Ambar menganalisis dua jenis perlakuan yang dibandingkan, yaitu: dengan tambahan returned sludge dan tanpa returned sludge. Dari perlakuan tersebut dapat diketahui produksi biogas dan produksi gas metan dengan didukung data pH, temperature dan total suspended solid.

Dari konferensi ini, peneliti CDSR dapat berbagi ilmu dan pengalaman serta memperluas jejaring untuk kerjasama riset di bidang energi terbarukan. Salah satunya mengenai kebijakan tentang global warming yang sangat relevan dengan Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar di bidang peternakan.


Leave a Comment