Training on Data Management di Belitung

 

CDSR NEWS - Berdasarkan pertemuan mitra CDSR yang diadakan pada tanggal 9-10 Mei 2018 di Yogyakarta, CDSR berencana untuk mengadakan pelatihan lain untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam manajemen data. Manajemen data serta saling berbagi data merupakan sesuatu yang sangat penting bagi para peneliti CDSR dikarenakan CDSR terdiri dari beberapa universitas yang terletak di provinsi atau pulau yang berbeda. Pada tanggal 26-27 Oktober 2018, CDSR mengadakan pelatihan dengan judul "Training on Data Management". Pelatihan tersebut dilaksanakan di Green Tropical Village and Resort, Tanjung Pandan, Pulau Belitung. Pelatihan ini diikuti oleh 25 peneliti yang berasal dari tujuh universitas yang tergabung dalam CDSR. Tujuan dari pelatihan ini adalah sebagai berikut.


1. Memperkenalkan perangkat lunak Mendeley yang dapat digunakan untuk berbagi data penelitian di antara para peneliti CDSR.
2. Membuat dan memperbaharui akun Google Scholar dan Research Gates dalam rangka meningkatkan nilai h-index para peneliti.
3. Menggunakan Google Scholars dan Research Gates untuk berkolaborasi dengan para peneliti lain.

Pada hari pertama, pelatihan diisi oleh Dr. Eng. Mochamad Donny Koerniawan S.T., M.T. yang merupakan peneliti sekaligus Partnership Manager CDSR di ITB. Beliau menyampaikan materi mengenai Mendeley, mulai dari pengenalan, pembuatan akun serta penggunaan Mendeley. Mendeley adalah sebuah perangkat lunak manajemen referensi berbasis open source yang kelahirannya diilhami oleh sebuah upaya untuk mengintegrasikan kutipan/sitasi dan manajemen referensi ke dalam sebuah jejaring sosial. Dengan jejaring semacam ini, peneliti di berbagai belahan dunia dapat berkolaborasi dan berbagi data penelitian. Mendeley telah tersedia dalam versi desktop, web maupun mobile sehingga sangat memudahkan para peneliti dalam mengelola referensi penelitiannya. Mendeley menyediakan beberapa fungsi untuk mendukung kolaborasi riset antarpeneliti. Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah pembuatan grup lokal maupun global, saling berbagi referensi atau dokumen dengan pengguna lain dalam grup serta sarana diskusi secara online dalam grup.

Dalam paparannya, Dr. Eng. M. Donny Koerniawan, S.T., M.T. menyampaikan bahwa dalam kolaborasi riset dibutuhkan data sharing dan manajemen referensi yang benar, mudah diakses dan tervalidasi. Mendeley mempunyai kemampuan untuk manajemen referensi, kolaborasi riset serta data sharing. Hal ini sangat penting dan memudahkan pada waktu kolaborasi riset antarpeneliti CDSR. Dengan adanya internet, kemudahan mengumpulkan data serta mencari referensi bisa dilakukan melalui Mendeley. Mendeley aplikasi yang sangat efektif dan efisien dalam kolaborasi riset.

Hari kedua pelatihan diisi oleh Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M. Fors. yang merupakan peneliti sekaligus MEL Specialist CDSR di IPB. Prof. Iskandar menyampaikan materi mengenai pentingnya research metrics dalam rangka meningkatkan visibilitas publikasi yang telah dihasilkan oleh para peneliti. Hal tersebut berkaitan dengan bagaimana meningkatkan jumlah sitasi dari artikel yang sudah dipublikasikan. Prof. Iskandar jugaa memperkenalkan platform-platform yang digunakan oleh para peneliti saat ini untuk meningkatkan jumlah sitasi, yaitu Google Scholar dan Research Gate.

Google Scholar atau yang bisa disebut dengan Google Cendekia adalah salah satu alternatif bagi peneliti untuk mencari referensi dokumen pendidikan dan penelitian ilmiah dengan format publikasi. Google Cendekia merupakan layanan yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian materi-materi ilmiah berupa teks dalam berbagai format publikasi. Google Cendekia diluncurkan pada tahun 2004. Indeks Google Cendekia mencakup jurnal-jurnal online dari publikasi ilmiah. Manfaat dari Google Cendekia antara lain adalah membantu peneliti untuk mengevaluasi dan mensitasi artikelnya, mempublikasikan hasil penelitian, mengunduh artikel ilmiah dengan mudah serta menunjukkan jumlah pengutipan terhadap artikel yang dibuat.

Dalam rangka mengetahui produktivitas seorang peneliti dikenal sebuah istilah yang dinamakan h-index. H-index merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur baik produktivitas maupun manfaat dari karya yang diterbitkan seorang ilmuwan atau sarjana. Indeks ini didasarkan pada jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh seorang ilmuwan dan jumlah sitasi (kutipan) yang diterima dari publikasi lain. Indeks ini juga dapat diterapkan pada produktivitas dan manfaat dari sekelompok ilmuwan, seperti departemen atau universitas atau negara.

Platform lain yang dapat membantu para peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitiannya adalah Research Gate. Research Gate adalah sebuah situs jejaring sosial yang disediakan secara gratis dan telah dijadikan alat kolaborasi oleh para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu. Research Gate juga menampilkan penelitian terbaru yang sedang dilakukan oleh peneliti

Google Scholar dan Research Gate berfungsi sebagai media untuk mempromosikan artikel-artikel yang telah terbit dari CDSR. Prof. Iskandar berharap agar para peserta dapat mengaplikasikan pendekatan yang disarankan dalam rangka meningkatkan jumlah sitasi bagi para peneliti CDSR.

Pelatihan ini ditutup dengan diskusi yang dipimpin oleh Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.Eng selaku Direktur CDSR. Diskusi tersebut berkaitan dengan strategi ke depan agar target-target CDSR dapat tercapai dengan baik, khusunya berkaitan dengan jalannya kolaborasi riset antarpeneliti CDSR. Salah satu peserta pelatihan, Rika Favoria Gusa, S.T., M.T. yang merupakan peneliti dari Universitas Bangka Belitung, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam rangka menunjang jalannya kolaborasi riset. Rika berharap agar pelatihan ini dapat membantu para peneliti CDSR untuk meningkatkan publikasi ilmiah maupun keikutsertaan dalam konferensi internasional.


Leave a Comment