Penelitian Retrofit pada Tower Building di University of Nottingham Mengantarkan Peneliti CDSR ke ICOCE 2018, Vietnam

 

CDSR NEWS - International Conference on Civil Engineering (ICOCE) merupakan sebuah konferensi yang menyediakan forum bagi para peneliti dan praktisi untuk saling berbagi ide, inovasi dan perkembangan teknologi terbaru di bidang teknik sipil. ICOCE diselenggarakan pada tanggal 5-7 Mei 2018 di Hotel Eden Plaza, Da Nang, Vietnam. ICOCE 2018 diikuti oleh para peneliti dan praktisi dari berbagai negara di Asia, Eropa dan Amerika. Nissa Aulia Ardiani, S.T., M.Sc. yang merupakan salah satu peneliti Center for Development of Sustainable Region (CDSR) turut berpartisipasi dalam ICOCE 2018 ini.

Nissa yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Building Retrofit to Improve Energy Performance from Office to Accommodation. Case Study: Tower Building, Nottingham, UK" pada tema "Civil and Structural Engineering" dengan Prof. Ta-Peng Chang sebagai moderator. Pada penelitian tersebut, Nissa berkolaborasi dengan Dr. Eng. Moch. Donny Kurniawan, S.T. dan M.T., Suhendri, S.T., M.Sc. yang juga berasal dari Institut Teknologi Bandung serta Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T. yang berasal dari Universitas Gadjah Mada. Pada tema ini, selain Nissa, terdapat 10 peneliti lain yang mempresentasikan hasil penelitiannya.

Penelitan yang dilakukan Nissa membahas mengenai usulan rencana retrofit Tower Building di University of Nottingham. Retrofit adalah perbaikan atau pembaharuan pada bangunan dengan mengusulkan beberapa teknologi untuk diterapkan pada bangunan tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performa atau kinerja bangungan sehingga dapat mengurangi penggunaan energi. Rencana retrofit pada penelitian ini berkaitan dengan pengalihfungsian gedung tersebut yang awalnya sebagai gedung kampus dan kantor dosen menjadi fungsi akomodasi untuk mahasiswa. Tujuan utama dari retrofit ini yaitu melakukan perubahan fungsi bangunan dan meningkatkan kinerja energi bangunan dengan menerapkan teknologi bangunan berkelanjutan.

Dalam penelitian mengenai rencana retrofit ini, ada lima tahapan yang ditempuh, yaitu:
1. menilai kinerja bangunan saat berfungsi sebagai kantor dan kemudian diubah menjadi fungsi akomodasi;
2. mencari akar masalah yang terjadi;
3. mendesain bangunan berdasarkan hasil simulasi kinerja bangunan;
4. studi literatur dan studi preseden;
5. menerapkan beberapa teknologi dan ide desain dalam usaha retrofit bangunan.

Beberapa usulan dalam retrofit Tower Building di University of Nottingham adalah pemakaian fasade kulit ganda atau double skin façade yang dipadukan dengan photovoltaic panel, penggunaan material bio komposit untuk dinding internal, penggunaan kaca double dengan low emissivity untuk dinding eksternal serta pemanfaatan ide green lung atau penempatan tanaman di beberapa titik bangunan untuk meningkatkan ventilasi alami pada bangunan dan menciptakan ruang publik di bangunan.

Peserta ICOCE 2018 berasal dari berbagai latar belakang, tidak hanya berasal dari Arsitektur. Oleh karena itu, menurut Nissa perlu untuk membuat presentasi slide dan menjelaskan penelitian dengan cara yang sederhana, sistematis, jelas dan ringkas. Dalam konferensi yang dihadiri oleh peserta dari berbagai disiplin ilmu, penting untuk memastikan setiap peserta memahami penelitian yang disajikan. Menurut Nissa, diperlukan latihan presentasi untuk memastikan konten tersampaikan dengan baik dengan waktu yang diberikan.

Selain presentasi oral, dalam ICOCE 2018 juga terdapat sesi keynote speech dan plenary speech. Keynote speech diisi oleh Prof. Zongjin Li, Institute of Applied Physics and Materials Engineering, University of Macau, Macau. Prof. Zongjin Li menyampaikan tentang perkembangan Advanced Materials Techniques di bidang Teknik Sipil yang harus hemat energi, ramah lingkungan, lebih tahan lama, fungsional, terbarukan dan/atau dapat membuat lingkungan hidup/kerja lebih nyaman. Dalam presentasinya, Prof. Zongjin Li memperkenalkan bahan bangunan inovatif yang dikembangkan baru-baru ini.

Sementara itu, plenary speech diisi oleh dua pembicara. Pembicara pertama adalah dari Prof. Ta-Peng Chang yang berasal dari Department of Civil and Construction Engineering, Taiwan Tech, Taiwan. Prof. Ta-Peng Chang menyampaikan materi tentang "Development and Properties of Green Cementitious Binder for Concrete". Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Nguyen Quang Liem yang berasal dari Institute Materials Sciences, Vietnam Academy of Science and Technology, Vietnam. Beliau menyampaikan materi tentang "Temperature-Dependent Optical Transitions in Semiconductor Quantum Dots".


Leave a Comment