4 Peneliti CDSR Mengikuti International Conference on Energy and Environmental Science (ICEES), Seoul, Korea Selatan

 

CDSR NEWS - International Conference on Energy and Environmental Science (ICEES) merupakan konferensi tahunan yang bertujuan untuk menyajikan penelitian terbaru di bidang Energi dan Lingkungan. Pada tahun 2019 ini, ICEES memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Konferensi ini memberikan kesempatan bagi para delegasi dari berbagai bidang untuk bertukar gagasan, aplikasi dan pengalaman baru secara langsung, untuk membangun hubungan bisnis atau penelitian, dan untuk menemukan mitra global untuk kolaborasi di masa depan. ICEES 2019 diselenggarakan pada tanggal 26-28 Januari 2019 di Hotel Skypark Kingston Dongdaemun, kota Seoul, Korea Selatan. Konferensi ini diikuti oleh 64 peserta yang akan mempresentasikan karya ilmiah mereka dalam bentuk poster dan presentasi oral. Pada ICEES 2019, empat peneliti Center for Development of Sustainable Region (CDSR) ikut serta mempresentasikan hasil penelitiannya. Keempat peneliti tersebut yang juga berasal dari Institut Teknologi Bandung adalah Suhendri, Nissa Aulia Ardiani, Beyrra Triasdian serta Dinna Fitriyana.

Suhendri mempresentasikan penelitiannya dengan judul “House-scale Renewable Energy System Sizing in Liverpool”. Penelitian tersebut berkaitan dengan perencanaan sistem energi terbarukan skala rumah tinggal, dengan studi kasus rumah tinggal di Liverpool. Teknologi energi terbarukan yang dirancang digunakan pada rumah tersebut adalah panel surya untuk listrik (PV) dan air hangat (solar thermal), serta turbin angin skala kecil. Nissa Aulia Ardiani mempresentasikan penelitiannya dengan judul “Application of Building Integrated Photovoltaic in Hot Humid Climate. Case Study: Office Building in Indonesia". Penelitian tersebut mengkaji penggunaan panel surya (Photovoltaic Panel) sebagai suplai energi di dalam bangunan dengan studi kasus bangunan kantor di Indonesia.

Beyrra Triasdian mempresentasikan penelitian dengan judul “Device Selection of the Potential Wave Energi Site in Indonesian Seas”. Penelitian tersebut berkaitan dengan potensi pengembangan teknologi energi gelombang laut di Indonesia. Dinna Fitriyana mempresentasikan penelitian dengan judul ““Multi-criteria Analysis for Renewable Energy Generation: a Case of Tokyo”. Penelitian tersebut berkaitan dengan metode pemilihan energi terbarukan untuk kota Tokyo, Jepang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, teknis, dan ekonomi. Studi ini dilakukan karena mempertimbangkan kondisi Tokyo saat ini yang memiliki emisi karbon dioksida yang sama banyak dengan satu negara, Austria.

Keikutsertaan para peneliti CDSR dalam ICEES 2019 memberikan banyak manfaat. Beyrra menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ICEES 2019 mendorong para peneliti untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi mengenai penelitian serupa di negara lain. Seperti yang dialami Beyrra, Beliau mendapatkan informasi mengenai penelitian serupa serta kontak profesor di bidang tersebut dari salah satu peneliti muda dari salah satu universitas di Jepang. Hal tersebut mendorong terjadinya kolaborasi dengan peneliti lain di luar negeri. Lain halnya menurut Dinna, Beliau menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ICEES 2019 memberikan banyak informasi mengenai penelitian-penelitian terkini, salah satunya yang didapat pada sesi Keynote Speech. Salah satu hal yang menarik menurut Dinna adalah presentasi dari Prof. Dr. Saad Mikhelef tentang peran power electronics dan pengembangan energi terbarukan. Dalam sesi presentasinya, Prof. Dr. Saad Mikhelef menjabarkan mengenai usaha-usaha untuk mengurangi emisi gas karbon dioksida sebagai hasil sampingan dari konversi listrik. Salah satu contohnya adalah membangun pembangkit listrik tenaga surya dan angin beratus-ratus kali lipat dari yang sudah ada saat ini dalam waktu yang singkat.


Leave a Comment