Survei Calon Lokasi Penelitian Mikroalgae di Pulau Semujur

 

CDSR NEWS - Dalam rangka pembangunan lokasi penelitian dan budidaya mikroalgae, pada tanggal 3 Mei 2019 Tim Peneliti Mikroalgae CDSR berkunjung ke Pulau Semujur. Tim Peneliti ini dipimpin langsung oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., peneliti Fakultas Biologi UGM sekaligus pengembang Nogotirto Algae Park UGM. Dalam survei tersebut, Beliau didampingi langsung oleh Director dan Partnership Manager CDSR, Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T. Selain itu, turut serta dalam survei ini adalah Eva Utami, S.Si., M.Si selaku peneliti dari Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Beliau merupakan salah satu peneliti yang akan mengembangbiakkan mikroalgae di Pulau Semujur. Turut serta dalam rombongan tersebut adalah Laras Prasakti (peneliti di Nogotirto Algae Park UGM) dan Yuant Tiandho S.Si., M.Si (Grant & Finance Manager CDSR Universitas Bangka Belitung). Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam kegiatan survei tersebut.

Dari survei tersebut, terdapat beberapa calon lokasi yang cocok dijadikan sebagai lokasi budidaya mikroalgae di Pulau Semujur. Salah satu tantangan dalam menentukan lokasi budidaya mikroalgae di Pulau Semujur adalah belum tersedianya sumber air tawar. Sebagai informasi, dalam budidaya mikroalgae dibutuhkan air tawar. Oleh karena itu, perlu disiapkan sumber air tawar sebelum dilakukan instalasi peralatan budidaya mikroalgae.

Nantinya, lokasi budidaya mikroalgae di Pulau Semujur akan digunakan sebagai laboratorium penelitian budidaya mikroalgae, khususnya oleh para peneliti dari Universitas Bangka Belitung (UBB). Selain itu, produk-produk mikroalgae tersebut akan diolah sebagai bahan pakan ikan di sekitaran Pulau Semujur dengan memberdayakan warga sekitar. Dengan kata lain, selain sebagai laboratorium penelitian, budidaya mikroalgae juga digunakan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat Pulau Semujur.

Survei calon lokasi penelitian mikroalgae merupakan langkah awal dalam mewujudkan penelitian mikroalgae di pulau yang dapat ditempuh dengan kapal nelayan selama 1.5 jam dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangkal Pinang.


Leave a Comment